[ FF ] Autumn In Hampshire – C.1-

Anyeong maaf muncul-muncul terus yaaa….

crazy-monkey-emoticon-020

Berhubung saya banyak tanggungan FF, jadi saya kebut satu-satu 🙂 . Jangan lupa bagi yang belom baca part sebelum-sebelumnya bisa di baca di Link di bawah ini :

The Greatest Season Series 

Spring in My Heart (END)

Autumn In Hampshire ¦Chapter A ¦Chapter B.1¦Chapter B.2¦  (Ongoing)

Snow Angel (Upcomming)

9

Title              : Autumn In Hampshire

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> hemself (23 thn ) , Choi Siwon–> himself (31 thn)

Other Cast    :, Max Changmin — >   himself (27 thn) , Yunho — > Choi Yunho (32 thn ) , Sooyoung Brother

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family , Sad Or Happy Ending ?

Rating          : PG- 17 ( All reader who Open mind )

  Disclaimer : This story inspired from Just Like Haven Novel by Julia Quinn , 17 Again Movie, It Happened One Autumns Novel by Lisa Kleypas , Kingdom Of Dream Judith McNaught, The Viscount Who Loved Me Novel by Julia Quinn , The Vampire Diaries Season 3 Delena Moment, Goodbye by Miley C. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter – C. 1 –

“I love you without knowing how, or when, or from where. I love you simply, without problems or pride: I love you in this way because I do not know any other way of loving but this, in which there is no I or you, so intimate that your hand upon my chest is my hand, so intimate that when I fall asleep your eyes close.” 
— Pablo Neruda (100 Love Sonnets)

*************************

Author POV –

Hythe , New Forest , Hampshire 2012

” Tunangan?!” ulang hampir semua orang yang duduk di meja makan saat itu. Eomma Sooyoung masih belum mampu menguasai rasa terkejutnya saat mencoba meminta penjelasan pada Sooyoung dan Changmin yang sedang bergelayut mesrah di ujung ruangan. Berbeda dengan semua orang yang ada di ruangan itu, Yunho dan Yoona hanya memincing curiga menatap Sooyoung yang mencoba dengan keras melukis senyum di wajahnya. Bagi mereka wajah Sooyoung seperti boneka karet cemberut yang dipaksakan melar pada bagian bibirnya.

 Uhuk uhuk.” Sooyoung terbatuk kecil untuk meredakan gemetar dingin yang merambati hatinya. Tenggorokannya tercekat oleh kebohongan yang dirancang oleh Changmin. Ini gila. Sooyoung tahu itu. Tapi mencobanya seperti godaan yang tak bisa ditolak oleh jiwanya. Dia ingin menunjukkan pada Siwon, bahwa selama ini dia mampu tanpanya. Dia ingin menunjukkan pada Siwon, bahwa kepergiannya tak mempengaruhi kehidupannya sama sekali. ” Aku melamarnya. Bukan. Bukan. Maksudku dia melamarku.” Sooyoung bisa merasakan getaran halus di dada Changmin yang menempel di tubuhnya. Sial dia tertawa.

“Aku tak terkejut kau melakukannya, Adik kecil. Well, ini bukan pertama kalinya kau melamar orang.” Ejek Yunho tepat saat Siwon memasuki ruang makan. Dia terlihat bingung dengan keheningan di ruangan itu, sampai dia melihat Sooyoung yang menempel erat di samping Changmin. “Ah, lihat siapa yang datang. Sepertinya calon pengantinmu memutuskan untuk kabur dengan lelaki lain, fellas.” Kata Yunho pada Siwon yang mendadak mematung di tempatnya.

Sooyoung juga menyadarinya, perubahan sikap Siwon yang hanya seperkian detik, sebelum lelaki itu menatapnya dengan pandangan mengejek. ” Kau harus siap dengan mas kawin dan kue pengantinya. Seistal penuh keledai bau dan kue lumpur cacing.” Yunho dan Siwon tertawa bersamaan saat melihat Sooyoung gusar.

Sooyoung akan menjawab, tapi tekanan di punggungnya menghentikannya. Changmin di sana dengan ketenangan seorang dewa mimpi. Dia tersenyum lirih pada Siwon saat merasakan kilat bermusuhan dari lelaki yang lebih tua itu. ” Aku sudah merasakan sup ikan trout saos coklat buatan Sooyoung. Aku rasa kue lumpur cacing tak terlalu buruk. Bukan begitu, lass?” Changmin tersenyum lirih saat matanya bertemu dengan mata kelam Siwon.

Sooyoung menegakkan punggungnya dan mencoba membalas Siwon. ” Changmin orang yang sangat pengertian. Sejak pertemuan pertama kita di pantai yang sangat romantis dan…”

“Dan bola. Dan milkshake.” Timpal Changmin seraya tersenyum jahil.

Sooyoung terbatuk lagi dan memberi tatapan akan-kubunuh-kau, saat Changmin tersenyum semakin lebar. ” Romantis, huh?” bisik Changmin di telinga Sooyoung.

Sooyoung kembali menatap pada keluarganya dan Siwon. ” Sangat romantis…”

“Dan sedikit sarkasme.”

Kali ini Sooyoung benar-benar melotot pada Changmin yang menyeringai di sampingnya. Demi Tuhan, akan kubunuh bocah ini setelah sandiwara ini usai. ” Kukira kau ingin membantuku?” geram Sooyoung di sela giginya, mencoba berbisik selirih mungkin agar semua orang di ruangan itu tak mendengarnya.

“Tentu. Tapi aku tak tahan untuk tak menggodamu. Maaf, lass.”

Sooyoung harusnya tahu hal itu, mengingat sikap Changmin yang sangat mirip dengan dua lelaki di hadapannya. Sooyoung menghela nafas dan menatap ke arah Eommanya yang masih tercengang. Dia menggumamkan maaf dalam hati, karena menipu keluarga dan eommanya. ” Dia lelaki yang baik, Eomma. Maafkan aku tak memberitahukan rencana pertunangan kami sebelum ini. Aku tak bermaksud membuatmu terkejut.”

Eomma Sooyoung tersenyum sabar. Bibirnya bergetar karena gembira. “Tidak, Sayang. Jangan meminta maaf. Itu hakmu. Ah, selamat datang Changmin, selamat datang di keluarga kami, Nak.” Katanya seraya memeluk Changmin dalam rengkuhan hangatnya. ” Maaf atas sambutan yang tidak bersahabat ini. “

“Selamat, Bung. Tapi harus kukatakan kau harus berhati-hati dengan giginya. Dia punya taring yang tajam yang akan ditancapkan ke lututmu ketika marah. ” Goda Yunho seraya mengulurkan tangannya menjabat Changmin.

” Kukira dia hanya mencubit perut.” Timpal Changmin seraya melirik menggoda pada Sooyoung.

” Keduanya.” Gumam Yunho seraya menyeringai jahil. ” Selamat datang di neraka. Dia calon istriku…” Yunho menarik Changmin ke arah Yoona yang melirik Sooyoung curiga. Wanita itu seperti memberi isyarat agar Sooyoung menjelaskan semua detail omong kosong ini padanya. Sooyoung harusnya sudah bisa menebak bahwa dia tak akan mampu menipu Yoona.

Sooyoung mengambil kesempatan itu untuk menuju kursinya. Changmin sedang disibukkan dengan ucapan selamat dari anggota keluargannya dan dia bisa bernafas lega hari ini. Dia tak mengira rencana tunangan-pura-pura ini akan berhasil begitu mudah. Sooyoung mengulurkan tangan untuk menarik kursinya. Tapi seketika terhenti saat Siwon menjulang dihadapannya. Tatapannya begitu tajam, menghujam ke dalam pori-porinya. Ada kesinisan di sana, juga kemarahan, tapi semuanya tiba-tiba digantikan dengan lirikan mencela saat melihat Sooyoung menarik kursi yang ada di samping kursi Changmin. ” Tunangan, huh? Kuharap dia cukup berharga untuk memilikimu.” Bisik Siwon di telinganya sedetik sebelum dia berlalu.

Sooyoung tercengang dengan perkataan Siwon yang sarat akan emosi itu. Dia ingin menjawab Siwon tetapi lelaki itu sudah meninggalkannya untuk menuju kursinya yang ada di seberangnya.

*************************************

Siwon POV-

Brengsek. Sial. Aku harusnya sudah memperhitungkan ini. Semua rencanaku kacau. Entah apa yang membuatku percaya Sooyoung akan menungguku. Aku tahu Sooyoung mencintaiku. Tapi itu dulu. Sebelum aku meninggalkan Inggris, sebelum aku berhenti menghubunginya. Aku tak sempat mendekatinya selama dua hari ini karena dia jarang sekali ada di rumah. Dan aku teralalu bodoh untuk menanyakan alamat kondonya di Ringwood.

Sial. Cincin itu. Lamaran. Dan…. Brengsek. Apa yang akan kulakukan sekarang. Lelaki itu terlihat baik dan memperlakukan Sooyoung dengan hormat. Sooyoung juga bisa tertawa lepas dan cemberut di saat bersamaan. Sesuatu yang dulu hanya bisa dilakukan olehku. Dia milikku. Dia milikku.

Sooyoung di sana. Duduk di hadapanku dengan senyum terkembang di wajahnya. Dia menyantap makanannya dengan lahap. Sama seperti tahun-tahun lalu. Dia akan makan dengan perlahan dan menikmati setiap tetes rasa yang ada. Dia masih suka mencampurkan sirup di atas pancake-nya. Dia selalu suka membuat sup pancake dengan cairan madu dan krim. Tapi sepertinya Tuhan sedang menikmati kepedihan dalam hatiku saat ini. Aku melihat lelaki itu menusuk bacon yang ada di piringnya dan memindahkannya ke piring Sooyoung. Sebagai gantinya Sooyoung memberikan separuh baked beans yang sangat dibencinya pada lelaki itu. Aku kembali tersedak minumanku saat Sooyoung menyantap kacang itu dengan lahap. Apa yang terjadi? Semuanya berubah. Sooyoung hanya boleh berbagi kenangan itu denganku. Tapi tidak. Dia membaginya dengan lelaki itu juga. Aku memang bodoh. Aku harusnya tak mengandalkan kenangan diantara kami untuk mempertahankan cinta yang belum terucap.

Aku benar-benar ingin mengeluarkan semua isi perutku saat Changmin mengambil remah-remah yang tak sengaja tertinggal di ujung bibir Sooyoung. Sial. Senyum itu harusnya hanya milikku. Bibir. Ya Tuhan. Apa lelaki itu sudah menciumnya? Aku terlalu menahan diri empat tahun lalu. Sooyoung pasti tak akan mengingat ciuman pertama kami. Ciuman krim susu.

Aku meletakkan serbet makanku di meja makan. Ini masih terlalu pagi. Aku harus pergi ke suatu tempat yang sepi untuk menenangkan diriku. Aku harus mencari cara untuk mendapatkan Sooyoung. Persetan dengan semuanya. Aku berhak atas dirinya.

*******************************

Author POV-

Sooyoung tersentak dari tempatnya saat meja di hadapannya bergetar karena gerakan Siwon yang kasar. Lelaki itu beranjak menuju eomma Sooyoung dan memberikan kecupan ringan di dahi wanita cantik itu, sebelum menghampiri Yoona yang tak jauh dari tempat Sooyoung. Dia tersenyum pada Yunho dan mengacuhkan Sooyoung. Wajahnya keras dan murung. Ada kerut aneh yang baru saja muncul di dahi dan ujung matanya. Dia berlalu melewatkan Sooyoung, seolah Sooyoung tak ada di hadapannya, seolah Sooyoung tak terjangkau oleh langkahnya, seolah Sooyoung hanya orang lain. Sooyoung geram di tempatnya dan merasa tersinggung atas tindakan acuh Siwon yang tak memberi kecupan yang sama seperti yang diperoleh Yoona dan Eommanya. Siwon pergi ke arah garasi yang terhubung langsung dengan dapur. Sosoknya menghilang dibalik keremangan tanaman juniper yang merambat di dinding-dinding cottage-nya.

” Umpan sukses mengenai sasaran.” Kata Changmin di samping Sooyoung.

” Apa maksudmu?”

” Apa dia pernah melewatkan mencium dahimu saat meninggalkan ruangan?”

Sooyoung menggeleng lirih. ” Apa hubungannya dengan semua itu?”

Changmin tersenyum lirih saat dugaanya benar. Dia memikirkan cara manis untuk membuat Siwon mengakui perasaan yang sebenarnya. Siwon cemburu. Dan jelas dia tahu karena lelaki seperti Siwon akan bertindak acuh saat dia cemburu. Tapi sebelum itu gadis naif yang mengira dirinya sudah tak naif lagi, gadis yang ada di depannya saat ini harus mengikuti rencananya. Bagaimanapun dia ingin ikut andil dalam permainan ini. Dia tersenyum saat membayangkan kemungkinan yang akan terjadi. Tapi Sooyoung tak boleh tahu. “Rahasia, lass.” Sooyoung memajukan bibirnya dengan sebal dan Changmin suka itu. Walau tak bisa memiliki Sooyoung untuk dirinya sendiri, dia sudah cukup dengan melihat sahabatnya tersenyum gembira. Cukup. Tapi jika Siwon tetap mempertahankan ego gilanya itu, Changmin tak akan tinggal diam. Dia akan menendang bokong lelaki besar itu dan mengambil Sooyoung untuk dirinya sendiri. ” Rahasia. ” Ulang Changmin seraya mengacak rambut Sooyoung dengan lembut.

*************************

Hythe , New Forest , Hampshire 2006

Sooyoung sedang menatap pantulan tubuhnya di cermin. Gaun satin hitamnya tak cukup tertutup untuk menutup lekuk tubuhnya yang tak sempurna. Tak seperti kebanyakan gadis seusianya, Sooyoung terlalu kurus. Dia bukan kekurangan makanan, tapi sebanyak apapun dia makan, tubuhnya tak mau menambah sedikit daging di tempat yang tentu bisa membuatnya sempurna dengan gaun berpotongan rendah itu.

Dengan keraguan yang terpancar di wajahnya, Sooyoung mulai takut untuk menghadiri pesta dansa tahunan yang diselenggarakan oleh gereja di daerahnya. Sooyoung mencubit sebelah pipinya yang masih terlalu gemuk. Satu-satunya yang bisa dia banggakan adalah matanya yang kelam. Saat terkena sinar mentari, mata itu akan berubah menjadi coklat keemasan yang memantulkan suasana menguning di musim gugur. Tapi saat rembulan memantul di bola matannya, irisnya berubah gelap. Sekelam malam mendung yang tak berbintang.

Sooyoung sedang menghela nafas kesal saat melihat pantulan tubuh Siwon di kacanya. ” Tak perlu repot-repot mengejekku. Gaun ini tak pantas untukku. Aku tahu.” Bisik Sooyoung lemah saat melihat senyum Siwon terkembang di bibirnya.

Siwon sedang menyandarkan punggungnya di rak buku kamar Sooyoung. Dia menilik penampilan Sooyoung yang sempurna. Da mengutuk dalam hati karena dia ingin sekali mencium Sooyoung saat itu juga. Dia begitu cantik dengan rambut hitam tergerai melingkupi tubuhnya. Matanya membulat indah dan pipinya merona tanpa pemerah pipi. Siwon tersenyum bukan untuk mengejek, tapi dia merasa puas dan bangga karena penampilan Sooyoung yang memukau. Tapi sudah menjadi kebiasaanya untuk menahan desakan hati untuk menunjukkan perasaan kasihnya pada Sooyoung. Sebagai gantinya Siwon akan mengejek Sooyoung dan membuatnya marah. ” Syukurlah kau tahu. ” Siwon mendekat ke arah Sooyoung yang cemberut kesal di depan cermin. Kau cantik, bodoh ….

Siwon meraih sebuah kotak di saku belakangnya. Dia menyerahkan kotak tembaga berukiran daun musim gugur yang dibakar dengan batu alam merah. Kotak itu terasa begitu dingin di tangan. Sooyoung menatap Siwon dengan penuh tanda tanya sesaat sebelum membuka kotak tembaga itu. ” Cantik sekali.” Pekik Sooyoung saat mengagumi kalung perak yang ada di dalamnya. Dia mencoba meraih rantai yang menjuntai indah di atas busa putih itu dan mengelus liontin berbentuk daun musim gugur yang berukirkan inisial namanya. ” Untukku?” Sooyoung memincingkan alisnya curiga.

Siwon meraih rantai perak kalung itu sebelum membalikkan Soyoung ke arah kaca. Dia menyibak rambut Sooyoung dan melingkarkan lengannya di sekitar tubuh Sooyoung. Liontin perak itu terasa begitu dingin saat menyentuh kulit Sooyoung yang telanjang. Siwon menghabiskan waktu begitu lama untuk mengaitkan kancingnya. Sooyoung memandang sekilas bayangan mereka di cermin dan berhasil menangkap tatapan Siwon yang intens padanya. Lelaki itu tersenyum lembut saat menguraikan kembali rambut Sooyoung di pundaknya. Kedua tangannya merengkuh ujung pundah Sooyoung dan meremasnya perlahan. ” Lihat betapa jeleknya dirimu.” Kau sangat cantik. 

Kerutan yang sudah sangat akrab terbentuk di dahi Sooyoung. ” Bisakah kau menghiburku sekali-kali. Aku resah karena kemampuan berdansaku payah. Pastor James selalu tersenyum padaku saat melihat aku menginjak kaki pasanganku. Dan gaunku tak cukup indah untuk menutupi kekurangan tubuhku. Aku tak berlekuk. Aku seperti papan cucian yang oh-sangat-rata. Dan kau mengataiku jelek….”

Siwon membalikkan tubuh Sooyoung untuk menghadap dirinya. ” Kau memang jelek, gadis kecil. Tapi aku bisa mengajarkanmu berdansa.” Siwon mengulurkan tangannya pada Sooyoung yang menerimannya dengan ragu-ragu. ” Aku bersedia kau injak.” Goda Siwon.

” Aku ..Aku tak banyak menginjak. Mungkin hanya sepuluh sampai dua puluh kali dalam dua kali waltz”

Siwon menarik Sooyoung mendekat ke tubuhnya. Dia menarik dagu Sooyoung agar menengadah memandangnya. Dia ingin melihatnya, mata hitam kelam itu menatapnya. ” Sekarang dengarkan musiknya…”

” Tapi tak ada musik di sini.” Potong Sooyoung.

” Akan ada musik. Di sini.” Siwon mengetuk lirih kepala Sooyoung dengan ujung jemarinnya.

” Kita berdansa tanpa musik?”

“Aku bilang ada musik di otakmu. Hanya dengar dan ikuti langkahku. Resapi segalannya…” Siwon menuntun Sooyoung dengan kesabaran penuh. Dia menikmati saat kulit Sooyoung bersentuhan dengan kulitnya. Mereka menyatu dan menari dalam kamar sunyi itu tanpa musik. Mencoba menyeimbangkan langkah dan degup jantung mereka. Siwon merasakan Sooyoung sudah mulai meresapi dansanya. Mereka berputar, menarik, dan berpelukan. Sampai musik khayalan itu berakhir tepat saat langkah mereka terhenti. Siwon memandang Sooyoung yang terengah lelah. Ada senyum di wajahnya. ” Selamat ulangtahun…” Bisik Siwon lirih seraya mengecup pipi Sooyoung dengan kelembutan menyiksa. Dia berlama-lama di sana dan mencoba merasakan manis kulit Sooyoung di bibirnya. ” Selamat ulangtahun, Soo.”

Sooyoung membalas Siwon dengan merangkulkan tangannya di pinggang Siwon dan menyandarkan kepalannya di dada Siwon. ” Terimakasih….”

Ilustrasi :

TVD Season 3 EP 3

vlcsnap-2012-12-06-02h20m43s158vlcsnap-2012-12-06-02h20m03s232

**********************

Hythe , New Forest , Hampshire 2012

Siwon meremas gelasnya punch-nya dengan kesal saat ingatan dansa pertamannya dengan Sooyoung menyeruak masuk dalam pandangannya. Kenyataan saat ini di hadapannya Sooyoung sedang berdansa dengan Changmin. Mereka tertawa bersama. Changmin pedansa yang ahli, dia menuntun Sooyoung untuk meresapi irama lagu ballad yang diputar oleh DJ.

Malam ini adalah malam persiapan dan penyambutan tamu untuk pesta perikahan Yunho. Sesuai adat keluarga Choi selama 100 tahun terakhir, pertunangan akan diadakan sebulan sebelum pesta pernikahan. Selama itu akan banyak sekali marathon kegiatan yang akan dilalui. Itu berarti satu pesta pernikahan akan membutuhkan waktu lebih dari dua bulan.

Siwon menyesap punch-nya perlahan. Dia melihat Changmin yang meletakkan jemarinya di pinggang ramping Sooyoung. Mereka berputar sesuai irama. Sooyoung bersandar dengan keceriaan yang menusuk hati Siwon. Tubuh mereka melekat. Sooyoung mengenakan gaun musilin ungu yang sangat kontras dengan kulitnya. Gaun itu melebar dari pinggul hingga pergelangan kakinya. Garis lehernya cukup sopan, tapi bagian belakang gaun itu hampir mengekspos seluruh tubuh bagian belakang Sooyoung. Ditambah lagi belahan yang tersembunyi di balik lipit hiasan sulur yang tersemat di pinggiran gaunnya. Sooyoung tampak sangat menawan dan menggoda.

Siwon sudah lelah menghitung berapa kali dia harus berjingkat dan menahan dirinya untuk menerjang pasangan bahagia itu dan mengarahkan bogem mentahnya di wajah Changmin.

“ Maukah kau menghentikannya! “ Siwon melirik ke arah Yunho yang sedang menyantap kudapan yang ada di meja.

“ Menghentikan apa ?”

“ Menatap mereka seperti itu ?”

“ Seperti apa ?”

“ Seperti kau merencanaka memanggang hidup-hidup Max Changmin ke dalam kuali Sup di dapurmu.”

“Hah.” Siwon menghela nafas. Dia mengakui bahwa tindakannya sungguh berlebihan. Tapi dia tak bisa menolong hasrat aneh yang membuat gatal hatinya saat melihat Sooyoung begitu gembira di lantai dansa bersama lelaki lain. Dan Siwon tak mampu mengalihkan tatapannya dari tangan Changmin yang menyentuh ringan tubuh Sooyoung. Tubuh wanitanya. ” Dan apa yang dilakukan pengantin pria di sini. Menghabiskan manisan? Dimana Yoona?”

” Kau mengalihkan pembicaraan, Bung.” Ejek Yunho. ” Dia ada di sana. Sedang menjerit-jerit seperti orang gila.”

Siwon tersenyum kecil. Dia tahu Yunho bukan manusia penuh kasih yang pernah ada di bumi. Tapi dia tahu dibalik sarkasme dan kekerasan perkataanya dia merupakan lelaki yang penyayang. Dia akan menggoda dan berlaku tak acuh pada orang yang disayanginnya, tapi itu semua karena dia mencintai mereka. Dia tak suka terlalu banyak berkata dan mengumbar janji. Bagi dia tindakan adalah yang utama. Yoona sebaliknya, dia adalah wanita pemimpi yang sudah tergila-gila pada Yunho sejak lama. Gadis tetangga yang rela melakukan apapun untuk mendapat hati Yunho. Siwon tak terkejut bahwa wanita yang dinikahi Yunho pada akhirnya adalah Yoona, bukan Fanny. Tapi Fanny bukan wanita jelek. Dia adalah gadis tercantik di Hyte. Banyak lelaki jatuh berlutut di kakinya hanya agar bisa melihat senyumnnya. Walau berwajah cantik dengan kulit selembut sutra Fanny bukan wanita yang akan diidamkan untuk pernikahan. Dia takut dengan anak-anak. Dan Siwon tahu Yunho sangat suka dengan mereka, sama seperti dirinya. Tapi jika hanya sebagai teman kencan untuk menghabiskan malam, tak ada yang lebih baik dibanding Fanny.

” Aku tak melihat Fanny?”

Yunho mengangkat alisnya dan menunjuk ke arah kerumunan gadis yang sedang berteriak bersama Yoona. Fanny di sana mengenakan gaun satin hijau lembut yang sewarna dengan warna kukunya. Dia tertawa saat salah satu temannya mengambil gelas kosong diantara tiga gelas yang ada di hadapannya. ” Apa yang mereka lakukan?”

” Bermain tebak-siapa-suamimu. Gelas kosong artinya dia tak akan menikah. Gelas berisi air putih berarti kau akan menikah dengan lelaki kaya dan tampan. Dan gelas berisi ale berarti kau akan menikah dengan lelaki miskin dan pemabuk.”

Siwon sejenak melupakan masalahnya dengan Sooyoung. ” Bagaimana jika gelasnya pecah? ” tanya Siwon saat melihat gadis berambut pirang menjatuhkan gelasnya.

“Itu artinya dia ceroboh.”

Siwon tersenyum dan kembali memandang Sooyoung yang masih berdansa dengan Changmin. Dia akan melakukan sesuatu. Jika Sooyoung mampu menyiksannya dia juga akan melakukan hal yang sama. Siwon tahu Sooyoung sangat membenci Fanny dan ada kilat jahil terbesit di otaknya. Dia akan melakukannya. Sebuah tes. Jika dia mampu memancing amarah Sooyoung, dia juga akan mampu merebut Sooyoung kembali. Siwon beranjak dari tempatnya menghampiri gerombolan gadis yang tiba-tiba diam saat dia datang. Dia tersenyum miring pada semua gadis sebelum mengajak mengalihkan kosentrasinya pada Fanny. ” Maukah kau berdansa denganku?”

*****************************

Sooyoung kehilangan keseimbangannya saat melihat pasangan dansa yang baru memasuki lantai dansa. Siwon dan Fanny terlihat tersenyum bersama. Lagu lembut dan mendayu digantikan dengan musik yang lebih mengehentak dan menuntut goyangan pinggul sensual dari pedansanya. Fanny di sana sedang melekat di tubuh Siwon, menggoyangkan pinggulnya dengan lembut dan menyentuh rahang Siwon dengan menggoda. Sooyoung hampir memutahkan isi perutnya saat melihat Siwon membalas memeluk Fanny dan membunuh jarak diantara mereka. Mereka berputar, menghentak, dan menari mengikuti irama. Ada suara serak yang berhasil ditangkap Sooyoung, Fanny menggoda Siwon dan menjanjikan ciuman panas saat dansa mereka sudah berakhir.

” Well,well, perhatianmu pecah, lass.” Changmin berbisik di sampingnya.

Sooyoung menatap Changmin dengan tatapan iba. ” Aku ingin pergi.”  Sooyoung berbalik, tapi Changmin menahan pergelangan tangannya.

” Kau menyerah? Sama sekali tak asik.”

” Aku pusing, Changmin. Aku ingin pergi. ” Sooyoung sudah lelah dengan sandiwara mereka. Siwon semakin acuh padanya dan kepedihan yang sudah disingkirkan dalam hatinya kembali mencuat. ” Ini tak akan berhasil. “

Changmin mendekat ke arah Sooyoung dan menyelipkan ikal Sooyoung yang terlepas dari sanggulnya. ” Kita baru saja memulainya. Percayalah padaku.”

Sooyoung menggeleng lirih dan ingin melawan Changmin. Tapi sentakan kecil itu membuat Sooyoung menabrak dada Changmin. Dia bisa melihat Changmin tersenyum lembut kepadanya sebelum mencium Sooyoung dengan sapuan bibir yang sangat ringan.

Dan…

“Awww, kau menyakitiku!” Sooyoung bisa mendengar jeritan Fanny tapi dia tak tahu apa yang terjadi. Saat Changmin mengangkat kepalannya, Sooyoung bisa melihat Fanny yang terjungkal di lantai dansa. Dia menatap Fanny kemudian ke arah Siwon yang terbakar amarah. Dia menatap Changmin yang sedang tersenyum kecil ke arah Siwon. Mengumandangakan tantangan yang tak terucap. Jika dia cukup beharga bagimu, datang dan perjuangkan. Tapi itu tak mudah, Bung.

********************************

Siwon mencoba meredam amarahnya di bawah kucuran air dingin yang mengalir dari showernya. Dia membenci semua ini. Kendali dirinya yang hilang saat melihat Changmin mencium Sooyoung. Bibir wanita itu adalah miliknya. Begitu juga jiwa dan raga yang membungkusnya. Dia ingin Sooyoung ada di pelukannya sekarang. Saat ini. Menghapus bekas bibir Changmin dari bibirnya. Siwon menjerit dalam hati dan hampir melupakan cincin yang diletakkanya di nakas kamarnya.

Siwon akan melangkah keluar dari guyuran air dingin itu saat mendengar pintu kamarnya terbuka.

“Siwon?”

Dan benar saja. Sooyoung ada di sana. Dia tahu itu Sooyoung. Dia bisa merasakan aliran aldernallinnya memacu dengan cepat. Dia di sini. Tuhan membantunya. Malam ini dia akan mengecap Sooyoung menjadi miliknya. Persetan dengan Changmin.

Siwon melangkah menuju pintu kaca yang menghubungkannya dengan Sooyoung. Ada senyum di wajahnya. Senyum pertama setelah pengumuman pertunangan itu.

*********************************

Sooyoung memandang berkeliling kamar yang dulu adalah tempat Siwon menghabiskan malamnya. Semua buku dan poster masih tersemat di tempatnya. Beberapa bola basket dan tongkat kasti juga tak berpindah sejak kepergiannya. Eommanya selalu menjaga segalanya tetap sama. Sama seperti Sooyoung, Eommanya selalu beranggapan suatu hari nanti Siwon akan kembali ke rumah mereka.

“Siwon?” Sooyoung memanggil pelan pemilik kamar itu. Tapi tak ada jawaban. Sooyoung bisa menangkap suara air yang mengguyur dari arah kamar mandi. Dia menjinjing nampan yang berisi beberapa kudapan yang disajikan Eommanya. Siwon belum makan sejak siang tadi. Eommanya khawatir Siwon sudah tak terbiasa dengan masakan ala Inggris, untuk itu dia menyajikan dua porsi makanan Korea. Makanan yang sudah sangat lama tak dijumpai Sooyoung. Dia meletakkan nampan di atas meja datar yang ada di tengah ruangan sebelum memandang sekeliling kamar. Tatapannya bertumpu pada kotak cantik yang memiliki ukiran sama dengan kotak kalungnya dulu. Sooyoung mendekat dan meraih kotak perak di atas nakas Siwon. Perlahan dia membukannya. ” Cantik sekali…” Bisik Sooyoung saat melihat cincin perak bertahta berlian dengan sulur daun musim gugur.

” Apa yang kau lakukan?”

Sooyoung tersentak saat mendengar suara bariton Siwon membelah kesunyian. Dia menjatuhkan kotak itu di atas tempat tidur. Sooyoung berbalik, “Aku hanya…YA TUHAN!” jerit Sooyoung seraya menutup pandangannya dari Siwon yang hanya terbalut handuk. ” Apa yang kau lakukan?”

” Aku mandi. Dan berdiri di kamarku.” Siwon menekankan kata terakhirnya hanya untuk membalik keadaan. Dia melihat nampan makanan di meja kaca di hadapannya. ” Sudahlah, jangan berpura-pura tak pernah melihat aku dalam keadaan setengah telanjang. Atau Changmin tak pernah berdiri setengah telanjang di hadapanmu?”

Sooyoung menyentakkan tangannya dengan kesal. Dia mendelik pada Siwon dan mencoba menjaga pandangannya agar tetap tertuju pada wajahnya. Dia melihat sekilas tadi. Otot-otot hasil olaharaga dan bukti kebugaran Siwon. Kulitnya mulai menggelap dan ada gurat kedewasaan yang semakin tegas di beberapa bagian. Dia basah dan sangat menggoda. Siwon sudah berkepala tiga dan dia tahu lelaki itu memiliki pesona maskulin yang tak bisa ditolak. ” Tentu saja aku pernah. Dia …dia…” Sooyoung tak yakin akan menjawab apa saat Siwon semakin mendekat ke arahnya.

” Benarkah? Lalu kenapa kau berusaha sekuat tenaga untuk tak melirikku, Soo.”

” Dia mengajarkanku segalanya.” Tantang Sooyoung. ” Dia memperlihatkanku segalanya…aku ..aku…hanya tak mau melihatmu. Aku milik Changmin.” Sooyoung tersentak saat Siwon menghambur ke arahnya. Dia terjerembab ke belakang dan tubuhnya ditangkap empuknya matras di tempat tidur. Dia berbaring di hadapan Siwon yang tersenyum lirih. Lelaki itu menunduk di atasnya, semakin mempersempit jarak mereka.

“Benarkah. Apa saja yang sudah diajarkannya?” desak Siwon seraya menindih Sooyoung di bawahnya.

” Bann bann yak… aku… kau bisa lihat dia menciumku…dan..dan…dan…”

“Dan?” bisik Siwon di telinganya.

Sooyoung merasa tersiksa. Otaknya kelu saat berdekatan dengan Siwon. Sangat dekat. ” Dia mengajarkan semua yang dilakukan pasangan normal di luar sana….”

Siwon mengeras. Matanya menggelap dengan amarah saat memikirkan semua tentang cara Changmin memiliki Sooyoung. Dia menatap mata Sooyoung dengan kobaran hasrat yang terpendam. ” Jadi tak masalah bagiku untuk mengukur seberapa ahli dirimu?” gumam Siwon sebelum menyentuhkan bibirnya ke arah Sooyoung.

Ilustrasi :

TVD Season 3 EP 3

vlcsnap-2012-12-06-02h18m51s254 vlcsnap-2012-12-06-02h19m19s29

****************************

-TBC-

Wow Panjang…

HAHAHAHAHHA

Mian jangan bosen ya.. kalo ada Taypo, membosankan, dan Alay maaf….

DONT BE SILET READER ATAU SAYA GAK AKAN MELANJUTKAN

HAHAHAHA

HAPPY READING

PS : Tolong dnegerin lagu C-Clown yang Young Love atau Far Away. Karena aku ngulang sampai 100 kali dan enak bangt lagunya, berasa deh kecemburuan Siwon hahahaha ….

Bye SHIDER!!

crazy-monkey-emoticon-021

Advertisements

5 thoughts on “[ FF ] Autumn In Hampshire – C.1-

  1. Kyaa… Keren!
    Jd ceritanya bales2an nih.
    Soo lucu… Dia bales dendam ke siwon, tp giliran siwon melengos krn cemburu, dia gk suka wkwkwk…
    Siwon kau hrs tunjukkan! Jgn diem aja! Ah payah nih abang.. #senggol2 abang siwon.
    FF nya seru bgt. Sy jd mau nonton vampire diary deh.
    Lanjut ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s